A.METODE PERKALIAN MATRKS ELEMENTER
MATRIKS ELEMENTER DAN METODE UNTUK MENCARI A-1
Suatu matriks berukuran n x n dinamakan matriks elementer jika matriks tersebut dapat diperoleh dari matriks satuan (identitas) n x n yakni In dengan melakukan operasi baris elementer tunggal.
|
1) 1 0
0 -3
2)
|
0 0 0 1
0 0 1 0
0 1 0 0
3)
|
0 1 0
0 0 1
4)
|
0 1 0
0 0 1
Jika matriks elementer E dihasilkan dengan melakukan suatu operasi baris elementer tertentu pada In dan jika A adalah matriks m x n, maka hasil kali EA adalah matriks yang dihasilkan bila operasi baris yang sama ini dilakukan pada matriks A.
Tinjaulah matriks-matriks berikut:
1 0 2 3
A = 2 -1 3 6
1 4 4 0
Dan tinjaulah matriks elementer dibawah ini:
1 0 0
E = 0 1 0
3 0 1
Yang dihasilkan oleh penambahan 3 kali baris pertama dari I3 ke baris ketiga. Hasil kali EA adalah:
1 0 2 3
EA = 2 -1 3 6
4 4 10 9
yang persis sama seperti matriks yang dihasilkan bila kita menambahkan 3 kali baris pertama dari A ke baris ketiga.
Setiap matriks elementer dapat dibalik, dan inversnya adalah juga matriks elementer.
Jika A adalah matriks n x n, maka pernyaaan-pernyataan berikut ekuivalen, yakni semua benar atau semuanya salah.
a) A dapat dibalik
b) AX = 0 hanya mempunyai pemecahan trivial
c) A ekuivalen baris dengan In
Carilah invers dari matriks berikut dengan menggunakan operasi-operasi baris;
1 2 3
A = 2 5 3
1 0 8
Penyelesaian :
[ A | I ] à OBE à [ I | A-1]
Perhitungan dapat dilaksanakan sebagai berikut:
|
2 5 3 0 1 0
1 0 8 0 0 1
|
1 2 3 1 0 0
0 1 -3 -2 1 0
0 -2 5 -1 0 1
B2(2)+B3
|
0 1 -3 -2 1 0
0 0 -1 -5 2 1
B3(-1)
|
0 1 -3 -2 1 0
0 0 1 5 -2 -1
|
1 2 0 -14 6 3
0 1 0 13 -5 -3
0 0 1 5 -2 -1
B2(-2)+B1
|
0 1 0 13 -5 -3
0 0 1 5 -2 -1
Jadi,
-40 16 9
A-1 = 13 -5 -3
5 -2 -1
B.METODE PARTISI MATRIKS
Matriks partisi adalah membagi matriks menjadi beberapa matriks yang ukurannya lebih kecil dengan memasukan garis horizontal dan vertikal antara baris dan kolom matriks.
Matriks-matriks yang ukurannya kecil hasil partisi matriks disebut sub matriks.
Partisi matriks digunakan untuk menyederhanakan matriks yang ukurannya besar menjadi matriks kecil sehingga lebih mudah dioperasikan untuk tujuan tertentu.
Setiap sub matriks hasil partisi selalu dapat dikembalikan ke dalam matriks asalnya.
Latihan 5.2 (perkalian partisi)
Diberikan
Solusi :
Jadikan Z1 menjadi matriks (m + n ) x (p + q) dan Z2 matriks (p +q) x (r + s) , sehingga A1 merupakan aturan m × p dan A2 merupakan aturan p × r. Kemudian semua submatriks didefinisikan dengan baik. Dengan aturan perkalian matriks biasa kita mmpunyai
Contoh lain.... ^_^
maka



